Menikmati Varian Nasi Tutug di Imah Monyet

Senin, 03 September 2012

Sumber : Tintahijau.com

TINJAU Subang– Apa jadinya kalau Monyet menawarkan paket Maksiat. Untuk 1 paket maksiat, penikmatnya cukup merogoh Rp15 ribu. Tentu saja ini bukan monyet sesungguhnya, atau maksiat yang dilarang agama. Monyet adalah nama brand dari sebuah kedai kuliner di Subang. Kedai Imah Monyet nama lengkapnya.
Berada di Subang-Pagaden Km 5 Cilameri Suban, Kedai imah monyet menawarkan 3 paket maksiat atau MaKan sIang nAsi Tutug. Sesuai nama paketnya, menu andalan imah Monyet adalah nasi tutug dan sambal khasnya, sambal Bledag.

“Kita membagi 3 paket maksiat, masing-masing Rp15 ribu, yang membedakan menu lauknua, ada yang pakai ayam, ikan nila dan telor,” kata owner Kedai Imah Monyet Fauzi Nugraha, kepada TINTAHIJAU.com

Rasa nasi tutugnya pun dipastikan beda dengan nasi tutug yang ada di tempat lain. Pasalnya, di tangan Fauzi yang menjadi Jawara kontes wirausaha shell live wire 2011 itu di ramu dalam berbagai rasa.

“Ada nasi tutug pisang bakul, oncom, opak dan lainnya. Ini untuk membebaskan konsumen memilih menu dan menghadirkan rasa berbeda,” imbuhnya.

Yang menjadi kekhasan nasi tutug di kedai Imah Monyet ini, selain menunya yang berbeda, nasi tutug di sana dinikmati di sebuah saung di perkebunan dengan diiringi lagu khas sunda.

Menurut Fauzi, nuansa khas sunda itu, selain sebagai pelengkap usaha kuliner miliknya, juga menjadi terapi untuk menghadirkan kenyamanan. “Musik kadang mempengaruhi keadaan pedengarnya, dan mendengarkan musik sunda di atas saung, membuat kita nyaman,” jelasnya.

Alam Rantjatan, konsumen Kebun Imah Monyet, menyatakan rasa sajian nasi tutug dalam bakul dan piring anyaman bambu itu memiliki sensasi baru. Ia mengaku saat menyantap nasi tutug di tempat kuliner itu seakan membawa dirinya di alam pedesaan sunda.

“Soal rasa dan sajian, aku cukup puas. Di tambah lagi dengan nuansanya yang sunda banget, aku pikir ini sangat sempurna,” paparnya.

Kebun Imah Monyet ini, baru berdiri selepas lebaran kemarin. Kebun iman monyet lanjutan dari usaha sebelumnya yakni kedai Imah Monyet yang hanya menyajikan makan ringan berbahan baku pisang. Tidak hanya di Subang, usahnya sudah berdiri di Bandung dan Kabupaten sukabumi.

Liputan Tintahijau.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *