4Selepas menyabet gelar sarjana atau menanggalkan seragam putih-abu, tidak sedikit dari mereka yang memilih menjadi pegawai atau karyawan di salah satu kantor atau perusahaan.

Alasannya simple, status sosial jelas, alamat kantor jelas, dan jam kerja serta salary bulananpun yang didapat sudah pasti. Ini tentu beda dengan mereka yang memilih jalur lawan arus atau wirausaha, dengan merintis lapangan kerja sendiri.

Seperti yang dialami pemuda Subang, Fauzi Nugraha. Selepas lulus dari S1 di kampus daerah Bandung, Fauzi memilih merintis usaha ketimbang menjadi pegawai. “Saya pernah kerja di salah satu kantor di Bandung. Tapi cuma satu bulan, saya resign. Alasannya sederhana saja, jenuh dan bosan,” kata Fauzi.

Selepas keluar dari tempat kerjanya, Fauzi, yang sebelumnya sempat membuka usaha kecil-kecilan itu memilih untuk banting setir. Inspirasinya, dari pedagang di sisi jalan di Bandung. “Konsepnya sudah dapat, waktu itu saya berfikir, tinggal mengkombinasi produk dan kemasannya,” jelasnya.

Hasil perenungan itu, Pisang yang menjadi pilihan Fauzi untuk memulai usaha mandiri. Alasannya, buah Pisang ini mudah didapat, dan memiliki seabrek manfaat untuk kesehatan. Namun, Fauzi tidak menjual buah Pisang utuh. Ia berinovasi dan berkreasi dari buah pisang ini menjadi jajanan yang digemari banyak masyarakat.

“Kita buat buah Pisang ini menjadi makanan yang elit dengan harga terjangkau. Ya, saya kemas Pisang ini menjadi Pisang Capucino,” jelasnya.

Dari buah Pisang ini, Fauzi meracik Pisang Capucino dalam aneka varian. Dari olahannya, Pisang yang sering didapati di tempat hajat, disulap menjadi makanan elegan, dalam kemasan fla, oreo dan aneka jenis pisang capucino lainnya.

Dengan produk berbahan baku Pisang itu, Fauzi mengibarkan bendera Kedai Monyet. Dengan konsep (semula) gerobak atau booth, Fauzi memasarkan produknya itu di daerah Bandung. Hanya dalam hitungan bulan, Pisang Capucino Kedai Monyet ini sudah menyebar di daerah Bandun

Dengan produk berbahan baku Pisang itu, Fauzi mengibarkan bendera Kedai Monyet. Dengan konsep (semula) gerobak atau booth, Fauzi memasarkan produknya itu di daerah Bandung. Hanya dalam hitungan bulan, Pisang Capucino Kedai Monyet ini sudah menyebar di daerah Bandung.

Sukses di ibu kota Jabar itu, Fauzi melebarkan saya usahanya ke daerah Jatinangor Sumedang dan daerah kelaiharannya, Subang. Hasilnya cukup menggembirakan. Konsep unik dan segar khas Kedai Monyet ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Bahkan di tahun kedua usahanya itu atau pada 2011, Fauzi menjadi Juara Wirausaha Muda Shell Live Wire yang diselenggarakan perusahaan Shell Helix bekerjasama dengan statisun MetroTV.

Nama Fauzi pun berkibarn seiring berkibarnya usahanya itu. Bahkan, untuk mengajak dan memberi kesempatan untuk menjadi wirausaha itu, Fauzi membuka franchise Kedai Monyet. Kini, jumlah Kedai Monyet sudah menyebar di puluhan Kota Besar di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Fauzi memiliki tips saat memulai usahanya itu. Ia mengatakan, terlalu banyak mikir dan perhitungan atau ragu-ragu, kadang menjadi terjal untuk memulai action. “Keraguan itu menjadi penghambat, lakukan saja dulu apapaun yang ingin kita capai. Karena modal utama untuk sukses, take action dan yakin,” pungkasnya.

 

Wirausaha Lebih Menguntungkan, ini Buktinya
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *